Others weblink

Powered by  MyPagerank.Net

Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Monday, 30 November 2009

Shalahuddin Al Ayyubi, Pahlawan Islam dari Seratus Medan Pertempuran (1137 - 1193 M)


SULTAN SALAHUDDIN AL-AYYUBI, namanya telah terpahat di hati sanubari pejuang Muslim yang memiliki jiwa patriotik dan heroik, telah terlanjur terpahat dalam sejarah perjuangan umat Islam karena telah mampu menyapu bersih, menghancur-leburkan tentara salib yang merupakan gabungan tentera pilihan dari seluruh benua Eropa.

Jarang sekali dunia menyaksikan sikap patriotik dan heroik bergabung menyatu dengan sifat perikemanusian seperti yang terdapat dalam diri pejuang besar itu. Rasa tanggung jawab terhadap agama (Islam) telah ia baktikan dan buktikan dalam menghadapi serbuan tentara ke tanah suci Palestina selama dua puluh tahun, dan akhirnya dengan kegigihan, keampuhan dan kemampuannya dapat memukul mundur tentara Eropa di bawah pimpinan Richard Lionheart dari Inggris.

Hendaklah diingat, bahwa Perang Salib adalah peperangan yang paling panjang dan dahsyat penuh kekejaman dan kebuasan dalam sejarah umat manusia, memakan korban ratusan ribu jiwa, di mana topan kefanatikan membabi buta dari Kristen Eropah menyerbu secara membuta-tuli ke daerah Asia Barat yang Islam.

Seorang penulis Barat berkata, "Perang Salib merupakan salah satu bahagian sejarah yang paling gila dalam riwayat kemanusiaan. Umat Nasrani menyerbu kaum Muslimin dalam ekspedisi bergelombang selama hampir tiga ratus tahun sehingga akhirnya berkat kegigihan umat Islam mereka mengalami kegagalan, berakibat kelelahan dan keputusasaan. Seluruh Eropa sering kehabisan manusia, daya dan dana serta mengalami kebangkrutan sosial, bila bukan kehancuran total. Berjuta-juta manusia yang tewas dalam medan perang, sedangkan bahaya kelaparan, penyakit dan segala bentuk malapetaka yang dapat dibayangkan berkecamuk sebagai noda yang melekat pada muka tentara Salib. Dunia Nasrani Barat saat itu memang dirangsang ke arah rasa fanatik agama yang membabi buta oleh Peter The Hermit dan para pengikutnya guna membebaskan tanah suci Palestina dari tangan kaum Muslimin".

Peter The Hermit sendiri memimpin gelombang serbuan yang kedua terdiri dari empat puluh ribu orang. Setelah mereka sampai ke kota Malleville mereka menebus kekalahan gelombang serbuan pertama dengan menghancurkan kota itu, membunuh tujuh ribu orang penduduknya yang tak bersalah, dan melampiaskan nafsu angkaranya dengan segala macam kekejaman yang tak terkendali. Gerombolan manusia fanatik yang menamakan dirinya tentara Salib itu mengubah tanah Hongaria dan Bulgaria menjadi daerah-daerah yang tandus.

"Bilamana mereka telah sampai ke Asia Kecil, mereka melakukan kejahatan-kejahatan dan kebuasan-kebuasan yang membuat alam semesta menggeletar" demikian tulis pengarang Perancis Michaud.

pertengahan abad ke-12 Masehi ketika tentara Salib mencapai puncak kemenangannya dan Kaisar Jerman, Perancis serta Richard Lionheart Raja Inggris telah turun ke medan pertempuran untuk turut merebut tanah suci Baitul Maqdis, gabungan tentara Salib ini disambut oleh Sultan Shalahuddin al Ayyubi (biasa disebut Saladin), seorang Panglima Besar Muslim yang menghalau kembali gelombang serbuan umat Nasrani yang datang untuk maksud menguasai tanah suci. Dia tidak saja sanggup untuk menghalau serbuan tentara Salib itu, akan tetapi yang dihadapi mereka sekarang ialah seorang yang berkemauan baja serta keberanian yang luar biasa yang sanggup menerima tantangan dari Nasrani Eropa.


Saturday, 28 November 2009

Aidil Adha dan Ibadah Korban


HARI Raya Aidiladha dan ibadah korban tidak dapat dipisahkan dengan peristiwa Nabi Ibrahim a.s. yang diperintahkan oleh Allah SWT supaya mengorbankan puteranya, Nabi Ismail a.s.

Ibadah korban juga dapat melatih dan mendidik individu Muslim itu untuk bersikap dermawan.Ini kerana Islam menyuruh agar daging sembelihan korban itu disedekahkan dan diagihkan kepada fakir miskin, di samping orang yang berkorban juga harus hukumnya memakan sebahagian kecil daripada daging tersebut.

"Sebenarnya Allah SWT menjadikan Hari Raya Haji sebagai salah satu syiar agama-Nya. Dalam istilah syarak, hari ini yang juga dikenali sebagai Hari Raya Aidiladha yang bererti perayaan penyembelihan korban.

Ketibaan Aidiladha mengingatkan kita kepada kata-kata Saidina Umar al-Khattab yang mengungkapkan bahawa;

"Sesungguhnya al-Quran diturunkan pada bulan Ramadan, lalu ia disambut dengan Aidilfitri. Manakala hari penurunan terakhir al-Quran pula, ialah pada bulan Zulhijjah, ketika Rasulullah s.a.w menunaikan ibadah haji yang terakhir (haji wada'), maka ia disambut dengan Aidiladha."

Ungkapan ini memberi maksud bahawa Aidiladha merupakan suatu perayaan yang agung dalam Islam. Menyambut Aidiladha, bukan sekadar dengan mengorbankan binatang ternakan.

"Hari ini Aku sempurnakan bagi kamu agama kamu, dan Aku cukupkan nikmat-Ku ke atas kamu, dan aku hanya reda dengan Islam sahaja satu-satunya agama kamu." (Surah al-Maidah, ayat 3).

Apabila umat Islam diajak menyambut Aidiladha sebagai hari kesyumulan Islam, maka umat Islam mestilah memahami maksud sebenar ayat yang diungkapkan pada haji wada' itu, bahawa hanya Islam satu-satunya cara hidup yang lengkap dan sempurna.

Cara hidup yang lengkap dan sempurna bermaksud, Islam yang diimani ini, mestilah dihayati dan diamalkan dalam segenap aspek kehidupan, mencakupi akidah, syariat, siasah (politik), ekonomi, pendidikan, kemasyarakatan, perundangan, akhlak dan sebagainya.

Islam yang kita anuti ini, bukanlah hanya sekadar ibadah ritual sahaja, ia mestilah dijelmakan kefahamannya dalam semua aspek yang dinyatakan di atas.

Apabila kita menerima Islam, kita mestilah menerima dengan sepenuhnya. Kita mesti mengikut cara Islam tatkala kita berpolitik, menjalankan ekonomi secara Islam, beramal dengan undang-undang Islam, mendidik masyarakat dengan ilmu dan nilai Islam serta menyuburkan Islam dalam semua aspek kehidupan.

Maka dengan mengamalkan ajaran Islam secara syumul itu, semua kita akan selamat.

Di setiap Aidiladha, kita disyariatkan untuk mengungkapkan kalimah tauhid, empat hari empat malam, bermula pada waktu maghrib 9 Zulhijjah sehingga pada asar 13 Zulhijjah.

Artikel refer to

http://harakahdaily.net/-Mohd Rashidi Hassan
http://utusan.com.my ZUARIDA MOHYIN

Search This Blog