Others weblink

Powered by  MyPagerank.Net

Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Friday, 19 June 2015

SEJARAH AWAL PENEMUAN GULA PASIR DARI TEBU

Awalnya dalam catatan sejarah ingeris gula tebu dikenal oleh orang-orang Polinesia, kemudian menyebarnya ke India. Pada tahun 510 Sebelum Masehi, ketika menguasai India, Raja Darius dari Persia menemukan ”batang rerumputan yang menghasilkan madu tanpa lebah”. 



Berbagai penemuan manusia lainnya tentang keberadaan tebu yang sangat dirahasiakan dan dijaga ketat pada ketika itu, sedangkan produk olahannya diekspor untuk mengdapatkan keuntungan yang sangat besar ketika itu.

Tanaman tebu diperkirakan sudah sekian lama dibudayakan di Jawa. Perantau China, I-Tsing, mencatat bahwa pada tahun 895 M, gula yang berasal dari tebu dan nira kelapa telah diperdagangkan di Nusantara. 

Sedangkan menurut catatan perjalanan Marcopolo, hingga abad ke-12 di Jawa belum berkembang industri gula seperti yang ada di China dan India. Kedatangan orang Eropa, terutama orang Belanda, pada abad 17 membawa perubahan pada perkembangan tanaman tebu dan industri gula di Jawa.

Tuesday, 3 March 2015

ORANG-ORANG YANG BERIMAN AKAN SENTIASA DI UJI ALLAH IMANYA

Melayan perasan kerana ujian yang sedang melanda hanya menambah beban yang ada dijiwa. Semakin dilayan, semakin hebat kesannya. Semakin derita rasa dijiwa. Rasa sedih akan menjalar disetiap pelusuk jiwanya sehingga dia merasakan dialah yang paling derita dan orang-orang disekelilingnya pasti tidak memahaminya. akhirnya menjadilah dia orang yang berputus asa kerana ketidakmampuan menanggung derita dijiwanya.

Ya Allah, Apa yang diuji oleh-Mu adalah apa yang termampu ditanggung oleh hamba-hamba-Mu.

Sedarlah wahai manusia, Allah tidak akan membebani hamba-hambaNya melainkan apa yang termampu dihadapi oleh mereka.

Sebagaimana firmannya



bermaksud :
Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya. (Mereka berdoa dengan berkata): "Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami ! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir".(Surah al-Baqarah 286)

Malah Rasulullah SAW sendiri turut menyebut di dalam hadisnya yang bermaksud :

Satu ketika Nabi saw ditanya “Siapakah orang yang paling berat ujiannya?”. Maka Baginda menjawab:

“Para Nabi, kemudian orang yang seperti mereka sesudahnya, dan orang semacam mereka berikutnya. Seseorang itu akan diuji sesuai dengan kadar agamanya. Apabila orang itu kuat agamanya maka semakin keras ujiannya. Kalau agamanya lemah maka dia akan diuji sesuai dengan kadar agamanya. Maka musibah dan ujian itu sentiasa menimpa seorang hamba hingga dia ditinggalkan berjalan di atas muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”
(Riwayat Imam Tirmizi)

Sesungguhnya Allah tidak akan berlaku zalim kepada hamba-Nya. Setiap yang diuji itu adalah sesuai dengan tahap kemampuan hamba-Nya. Cuma sebagai hamba, hendaklah berusaha untuk mengatasinya. Sekiranya seseorang itu tidak berusaha untuk mengahadapinya, sudah pasti mereka tidak mampu berhadapan dengan ujian yang sedang menimpanya. Sudah pasti jiwanya akan semakin lemah dan akhirnya putus asa semakin mendekatinya. Inilah yang paling ditakuti bakal menimpa seseorang manusia itu. Ya, putus asa!
Berusahalah dan yakinlah Allah akan membantumu.
Wahai manusia, yakinlah dengan sepenuhnya bahawa Allah akan membantumu. Berusahalah dan bertawakallah kepadaNya dengan sepenuh jiwa. Pasti pertolongan Allah itu akan datang kepadamu. Tiada pergantungan yang sehebat-hebatnya melainkan meletakkan sepenuh kebergantungan itu kepada Allah semata-mata. Percayalah, makhluk tiada upaya walau sebesar zarah sekalipun untuk membantumu, melainkan Allah jualah yang berkuasa menyelesaikan masalah yang sedang dibebani olehmu itu.
Setiap yang diuji itu semuanya baik-baik belaka.
“Sungguh mengkagumkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Dan hal itu tidak akan diperoleh kecuali oleh seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan, maka dia bersyukur. Maka hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan apabila dia ditimpa kesusahan maka dia bersabar. Maka itu juga merupakan kebaikan baginya(Imam Muslim)
Apabila seseorang itu telah mencapai tahap kebergantungan dan keyakinan yang sebenar-benarnya kepada Allah, maka segala ujian yang menimpanya itu akan diterima dengan redha dan kesabaran. Sekiranya datang kesedihan dalam hatinya maka bersegeralah dia beristigfar memohon keampunan kepadaNya dan akhirnya hatinya kembali tenang menerima ujian yang sedang menimpanya. Pada mereka, setiap ujian itu semuanya baik-baik belaka.
Khabar gembira apabila diuji
RAsulullah SAW bersabda yang bermaksud :
“Tidaklah ada suatu musibah yang menimpa seorang muslim melainkan Allah akan menghapuskan dosa dengannya walaupun duri yang menusuk badannya.” (Imam al-Bukhari dan Muslim)
Allah berfirman yang bermaksud :
“Sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan.” (al-Insyirah : 6)

Search This Blog