Others weblink

Powered by  MyPagerank.Net

Jumaat, 19 Jun 2015

SEJARAH AWAL PENEMUAN GULA PASIR DARI TEBU

Awalnya dalam catatan sejarah ingeris gula tebu dikenal oleh orang-orang Polinesia, kemudian menyebarnya ke India. Pada tahun 510 Sebelum Masehi, ketika menguasai India, Raja Darius dari Persia menemukan ”batang rerumputan yang menghasilkan madu tanpa lebah”. 



Berbagai penemuan manusia lainnya tentang keberadaan tebu yang sangat dirahasiakan dan dijaga ketat pada ketika itu, sedangkan produk olahannya dieksport untuk mendapatkan keuntungan yang sangat besar ketika itu.

Tanaman tebu diperkirakan sudah sekian lama dibudayakan di Jawa. Perantau China, I-Tsing, mencatat bahwa pada tahun 895 M, gula yang berasal dari tebu dan nira kelapa telah diperdagangkan di Nusantara. 

Sedangkan menurut catatan perjalanan Marcopolo, hingga abad ke-12 di Jawa belum berkembang industri gula seperti yang ada di China dan India. Kedatangan orang Eropa, terutama orang Belanda, pada abad 17 membawa perubahan pada perkembangan tanaman tebu dan industri gula di Jawa.


Tanaman tebu akhirnya terbongkar setelah terjadi ekpidisi besar-besaran oleh orang-orang Arab pada abad ketujuh sebelum dan sesudah masehi. Ketika mereka menguasai Persia pada tahun 642 mereka menemukan tanaman tebu yang sedang tumbuh dan kemudian mempelajari cara pembuatan gula. Mereka kemudiannya mendirikan pengolahan-pengolahan gula di berbagai daratan lain yang mereka kuasai, termasuk di Afrika Utara dan Spanyol.Gula dikenal oleh orang-orang barat Eropa sebagai hasil dari Perang Salib pada abad ke-11. Para prajurit yang pulang menceritakan keberadaan “rempah baru” yang enak ini. 

Gula pertama diketahui tercatat di Inggris pada tahun 1099. Abad-abad berikutnya merupakan periode ekspadisi besar-besaran perdagangan barat Eropa dengan dunia timur, termasuk di dalamnya adalah impor gula. Sebagai contoh, dalam sebuah catatan pada tahun 1319 harga gula di London sebesar “dua shilling tiap pound”. Nilai ini setara dengan beberapa bulan upah buruh rata-rata, sehingga dapat dikatakan gula sangatlah mewah pada waktu itu.

Pada abad ke-15, pemurnian gula Eropa umumnya dilakukan di Venice. Venice tidak bisa lagi melakukan monopoli ketika Vasco da Gama berlayar ke India pada tahun 1498 dan mendirikan perdagangan di sana. Meskipun demikian, penemuan orang-orang Amerika lah yang telah mengubah konsumsi gula di dunia.

Dalam salah satu perjalanan pertamanya, Columbus membawa tanaman tebu untuk ditanam di kawasan Karibia. Iklim yang sangat menguntungkan untuk pertumbuhan tanaman tebu menyebabkan berdirinya sebuah industri dengan cepat. Kebutuhan terhadap gula yang besar bagi Eropa menyebabkan banyak kawasan hutan di kepulauan Karibia menjadi hampir seluruhnya hilang digantikan perkebunan tebu, seperti misalnya di Barbados, Antigua dan separuh dari Tobago.

Pertengahan abad ke-17, industri gula didirikan di sekitar selatan Batavia, dan dikelola oleh orang-orang China bersama para pejabat VOC. 

Pengolahan gula saat itu berjalan dengan proses yang sederhana. Dua buah silinder kayu yang diletakkan berhimpitan digunakan sebagai gilingan yang diputar dengan tenaga haiwan (kerbau) atau manusia. Tebu dimasukkan di antara kedua silinder, kemudian nira yang keluar ditampung dalam bejana besar yang terdapat di bawah gilingan. Eksport gula ke Eropah pun bermula pada saat itu, yang berasal dari 130 pengolahan gula (PG tradisional) di Jawa.

Pada tahun 1750 terdapat 120 kilang pembuatan gula yang beroperasi di Britania dengan menghasilkan 30,000 ton setahun. Pada tahap ini gula masih merupakan sesuatu yang mewah dan memberi keuntungan yang sangat besar sehingga gula dikenali sebagai “emas putih”. Keadaan ini juga berlaku di negara-negara Eropa Barat lainnya.

Kilang awal pemprosesan tebu pada  tahun 1850 di Batavia


Selasa, 3 Mac 2015

ORANG-ORANG YANG BERIMAN AKAN SENTIASA DI UJI ALLAH IMANYA

Melayan perasan kerana ujian yang sedang melanda hanya menambah beban yang ada dijiwa. Semakin dilayan, semakin hebat kesannya. Semakin derita rasa dijiwa. Rasa sedih akan menjalar disetiap pelusuk jiwanya sehingga dia merasakan dialah yang paling derita dan orang-orang disekelilingnya pasti tidak memahaminya. akhirnya menjadilah dia orang yang berputus asa kerana ketidakmampuan menanggung derita dijiwanya.

Ya Allah, Apa yang diuji oleh-Mu adalah apa yang termampu ditanggung oleh hamba-hamba-Mu.

Sedarlah wahai manusia, Allah tidak akan membebani hamba-hambaNya melainkan apa yang termampu dihadapi oleh mereka.

Sebagaimana firmannya



bermaksud :
Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya. (Mereka berdoa dengan berkata): "Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami ! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir".(Surah al-Baqarah 286)

Malah Rasulullah SAW sendiri turut menyebut di dalam hadisnya yang bermaksud :

Satu ketika Nabi saw ditanya “Siapakah orang yang paling berat ujiannya?”. Maka Baginda menjawab:

“Para Nabi, kemudian orang yang seperti mereka sesudahnya, dan orang semacam mereka berikutnya. Seseorang itu akan diuji sesuai dengan kadar agamanya. Apabila orang itu kuat agamanya maka semakin keras ujiannya. Kalau agamanya lemah maka dia akan diuji sesuai dengan kadar agamanya. Maka musibah dan ujian itu sentiasa menimpa seorang hamba hingga dia ditinggalkan berjalan di atas muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”
(Riwayat Imam Tirmizi)

Sesungguhnya Allah tidak akan berlaku zalim kepada hamba-Nya. Setiap yang diuji itu adalah sesuai dengan tahap kemampuan hamba-Nya. Cuma sebagai hamba, hendaklah berusaha untuk mengatasinya. Sekiranya seseorang itu tidak berusaha untuk mengahadapinya, sudah pasti mereka tidak mampu berhadapan dengan ujian yang sedang menimpanya. Sudah pasti jiwanya akan semakin lemah dan akhirnya putus asa semakin mendekatinya. Inilah yang paling ditakuti bakal menimpa seseorang manusia itu. Ya, putus asa!
Berusahalah dan yakinlah Allah akan membantumu.
Wahai manusia, yakinlah dengan sepenuhnya bahawa Allah akan membantumu. Berusahalah dan bertawakallah kepadaNya dengan sepenuh jiwa. Pasti pertolongan Allah itu akan datang kepadamu. Tiada pergantungan yang sehebat-hebatnya melainkan meletakkan sepenuh kebergantungan itu kepada Allah semata-mata. Percayalah, makhluk tiada upaya walau sebesar zarah sekalipun untuk membantumu, melainkan Allah jualah yang berkuasa menyelesaikan masalah yang sedang dibebani olehmu itu.
Setiap yang diuji itu semuanya baik-baik belaka.
“Sungguh mengkagumkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Dan hal itu tidak akan diperoleh kecuali oleh seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan, maka dia bersyukur. Maka hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan apabila dia ditimpa kesusahan maka dia bersabar. Maka itu juga merupakan kebaikan baginya(Imam Muslim)
Apabila seseorang itu telah mencapai tahap kebergantungan dan keyakinan yang sebenar-benarnya kepada Allah, maka segala ujian yang menimpanya itu akan diterima dengan redha dan kesabaran. Sekiranya datang kesedihan dalam hatinya maka bersegeralah dia beristigfar memohon keampunan kepadaNya dan akhirnya hatinya kembali tenang menerima ujian yang sedang menimpanya. Pada mereka, setiap ujian itu semuanya baik-baik belaka.
Khabar gembira apabila diuji
RAsulullah SAW bersabda yang bermaksud :
“Tidaklah ada suatu musibah yang menimpa seorang muslim melainkan Allah akan menghapuskan dosa dengannya walaupun duri yang menusuk badannya.” (Imam al-Bukhari dan Muslim)
Allah berfirman yang bermaksud :
“Sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan.” (al-Insyirah : 6)